Foto ; Pemuda 20 Tahun di Rejotangan Ditemukan Meninggal/ Andhika
TULUNGAGUNG | REDAKSI CNTV – Seorang pemuda berinisial FYP (20), warga Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.05 WIB.
Peristiwa tersebut terungkap setelah FYP sebelumnya berkomunikasi melalui video call dengan seorang rekannya. Dalam percakapan itu, korban diduga sempat menyampaikan kondisi dirinya yang tengah menghadapi persoalan utang dan beban pinjaman online (pinjol).
Rekan korban yang khawatir kemudian meminta orang lain untuk mengecek kondisi FYP di rumah. Saat didatangi, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga medis Puskesmas Banjarejo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan medis dan Tim Inafis menyimpulkan korban meninggal akibat gantung diri,” terang AKP Kasianto.
Diduga Mengalami Tekanan Ekonomi
Berdasarkan keterangan warga dan keluarga, sehari-hari FYP bekerja sebagai pembersih peralatan makan di SPPG Tenggur. Selain itu, korban juga diketahui memelihara kambing.
Korban disebut tengah menghadapi persoalan pembayaran utang, termasuk pinjaman online dengan kewajiban angsuran yang cukup besar. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat korban mengalami tekanan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang sebagai bagian dari pemeriksaan, di antaranya satu unit telepon seluler milik korban serta kain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap orang-orang di lingkungan sekitar yang sedang menghadapi persoalan berat.
“Apabila ada keluarga, teman, atau orang di sekitar kita yang sedang menghadapi persoalan berat dan menunjukkan tanda-tanda putus asa, jangan dibiarkan sendiri. Segera berikan pendampingan dan hubungi pihak yang dapat memberikan bantuan,” imbaunya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi dan tekanan hidup dapat berdampak serius terhadap kondisi seseorang. Masyarakat yang mengalami tekanan berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri disarankan segera mencari bantuan dari keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, atau layanan darurat setempat.
Reporter : Andhika









