Foto . FJTT Masuk KEN 2026, Novita Hardini Dorong Jaranan Trenggalek Jadi Penggerak Ekonomi
TRENGGALEK | REDAKSI CNTV – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) didorong tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisional, tetapi juga mampu menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Momentum tersebut menguat setelah FJTT masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengatakan masuknya FJTT dalam KEN menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kesenian jaranan Trenggalek ke tingkat nasional hingga internasional.
Menurutnya, jaranan bukan sekadar tontonan. Kesenian tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang terus dijaga masyarakat selama puluhan tahun.
“Jaranan bukan sekadar pertunjukan. Di setiap geraknya ada cerita, di setiap iramanya ada perjalanan, dan di setiap pertunjukannya ada semangat masyarakat menjaga warisan dari generasi ke generasi,” ujar Novita
Novita menilai perjalanan FJTT selama tiga dekade telah membentuk ekosistem seni dan budaya yang cukup kuat. Karena itu, manfaat penyelenggaraan festival perlu diperluas agar turut dirasakan masyarakat.
Ia mendorong FJTT dikolaborasikan dengan berbagai sektor, seperti destinasi wisata, kuliner, UMKM, kriya, akomodasi, transportasi hingga industri kreatif.
“Masuk KEN bukan sekadar label. Ini kesempatan membuat jaranan Trenggalek dikenal lebih luas. Tetapi setelah dikenal, harus ada dampaknya, wisatawan datang, UMKM bergerak, seniman mendapat ruang, dan ekonomi lokal tumbuh,” katanya.
Menurut Novita, kesenian Turonggo Yakso juga memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai identitas budaya khas Trenggalek. Namun, pengembangan tersebut harus tetap mempertahankan nilai dan akar tradisinya.
Ia menegaskan keberhasilan sebuah festival budaya tidak cukup hanya dilihat dari jumlah penonton. Dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kehadiran wisatawan selama festival diharapkan mampu meningkatkan transaksi UMKM, okupansi penginapan, penggunaan jasa transportasi hingga membuka ruang ekonomi bagi para pelaku seni.
“Event budaya yang baik bukan hanya membuat penonton pulang membawa pengalaman. Event yang baik juga membuat masyarakat lokal pulang membawa manfaat ekonomi,” ujar Novita.
Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, komunitas seni, pelaku UMKM, sektor pariwisata dan pemerintah pusat memanfaatkan momentum KEN 2026 untuk memperluas promosi jaranan Trenggalek.
“Mari kita jadikan jaranan sebagai kebanggaan bersama. Rawat budayanya, dukung senimannya, dan beri ruang kepada generasi muda. Mari kita dorong Trenggalek untuk siap menjadi rumah jaranan dunia,” tuturnya.
Reporter . An nisa









