Foto : Dugaan Keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo
SIDOARJO | REDAKSI CNTV – Data Terakhir 367 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data tersebut tercatat hingga Selasa (1/9/2026) malam.
Camat Tanggulangin Arie Prabowo mengatakan, ratusan santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan seperti mual, pusing, sakit perut hingga muntah.
Berdasarkan data sementara pukul 22.03 WIB, pasien tersebar di tujuh rumah sakit. Sebanyak 250 santri ditangani di RS Notopuro, 58 di RS Siti Hajar, 23 di RSU Aisyiyah St. Fatimah, 14 di RS Delta Surya, 13 di RS Pusura, delapan di RS Pusdik Bhayangkara, dan satu pasien di RS Arafah Anwar Medika.
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan pasien terus dilakukan. Tim medis dan pihak berwenang masih memantau kondisi para santri serta melakukan pendataan keluar-masuk rumah sakit.
Gejala Muncul Usai Makan MBG
Keluhan para santri mulai muncul beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah santri mengalami pusing, mual, sakit perut hingga muntah.
Petugas kemudian melakukan evakuasi menggunakan ambulans ke sejumlah fasilitas kesehatan. Bupati Sidoarjo Subandi juga turun langsung memantau penanganan para santri di lokasi.
Namun, pemerintah daerah belum memastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab pasti kejadian tersebut.
Pemeriksaan terhadap kondisi pasien, makanan yang dikonsumsi, serta faktor lain masih dilakukan.
Sampel Makanan Diuji
Petugas telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para santri untuk diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan secara massal.
Hingga kini, tim medis dan pihak berwenang masih bersiaga di lapangan. Data jumlah pasien juga masih dinamis seiring proses penanganan dan pendataan.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Reporter : Andhika