Dugaan Keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Terus Bertambah Tembus 367 Santri 

Rabu, 2 September 2026 - 09:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dugaan Keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo

SIDOARJO | REDAKSI CNTV – Data Terakhir  367 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data tersebut tercatat hingga Selasa (1/9/2026) malam.

Camat Tanggulangin Arie Prabowo mengatakan, ratusan santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan seperti mual, pusing, sakit perut hingga muntah.

Berdasarkan data sementara pukul 22.03 WIB, pasien tersebar di tujuh rumah sakit. Sebanyak 250 santri ditangani di RS Notopuro, 58 di RS Siti Hajar, 23 di RSU Aisyiyah St. Fatimah, 14 di RS Delta Surya, 13 di RS Pusura, delapan di RS Pusdik Bhayangkara, dan satu pasien di RS Arafah Anwar Medika.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan pasien terus dilakukan. Tim medis dan pihak berwenang masih memantau kondisi para santri serta melakukan pendataan keluar-masuk rumah sakit.

Gejala Muncul Usai Makan MBG
Keluhan para santri mulai muncul beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah santri mengalami pusing, mual, sakit perut hingga muntah.

Petugas kemudian melakukan evakuasi menggunakan ambulans ke sejumlah fasilitas kesehatan. Bupati Sidoarjo Subandi juga turun langsung memantau penanganan para santri di lokasi.
Namun, pemerintah daerah belum memastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab pasti kejadian tersebut.

Pemeriksaan terhadap kondisi pasien, makanan yang dikonsumsi, serta faktor lain masih dilakukan.

Sampel Makanan Diuji
Petugas telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para santri untuk diperiksa di laboratorium.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan secara massal.

Hingga kini, tim medis dan pihak berwenang masih bersiaga di lapangan. Data jumlah pasien juga masih dinamis seiring proses penanganan dan pendataan.

Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Reporter : Andhika

Berita Terkait

Kapolres Kediri Hadir Memberi Penghormatan Terakhir untuk Korban KM Virgo Transport 8 di Desa Manggis Kecamatan Puncu
Polres Kediri Bangun Sumur Bor di Yayasan Yatim Dhuafa, Atasi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau
Hari Tani Nasional, Polres Kediri Perkuat Gerakan Pangan Berbasis Petani
Kecelakaan Maut di Durenan Trenggalek, Pengendara Honda C100 Tewas di Tempat
Ratusan Pedagang Tiga Pasar di Kediri Demo Tuntut Perubahan Kebijakan
FJTT Masuk KEN 2026, Novita Hardini Dorong Jaranan Trenggalek Jadi Penggerak Ekonomi
Polres Tulungagung Perketat Pengamanan Kejurcab V Pagar Nusa, Ratusan Peserta Ikuti Pertandingan
Waspada Modus Baru Peredaran Narkoba, BNN Tulungagung Ajak Warga Terapkan Gerakan 3B

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:40 WIB

Kapolres Kediri Hadir Memberi Penghormatan Terakhir untuk Korban KM Virgo Transport 8 di Desa Manggis Kecamatan Puncu

Sabtu, 26 September 2026 - 19:16 WIB

Polres Kediri Bangun Sumur Bor di Yayasan Yatim Dhuafa, Atasi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau

Kamis, 24 September 2026 - 14:47 WIB

Hari Tani Nasional, Polres Kediri Perkuat Gerakan Pangan Berbasis Petani

Selasa, 22 September 2026 - 10:03 WIB

Kecelakaan Maut di Durenan Trenggalek, Pengendara Honda C100 Tewas di Tempat

Selasa, 22 September 2026 - 07:16 WIB

Ratusan Pedagang Tiga Pasar di Kediri Demo Tuntut Perubahan Kebijakan

Berita Terbaru