Revitalisasi Musium Daerah  Tulungagung, Kementerian Kebudayaan Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Musium Daerah Tulungagung/An Nisaa

TULUNGAGUNG | REDAKSI  CNTV – Museum Daerah Tulungagung bakal mendapat program revitalisasi pada 2026. Kementerian Kebudayaan RI telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar yang bersumber dari APBN untuk penataan museum tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, M Ardian Candra, mengatakan rencana revitalisasi tersebut bermula dari usulan Pemkab Tulungagung yang disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan pada 2025.

Namun, revitalisasi kali ini belum mencakup penambahan atau perluasan bangunan. Pemerintah pusat lebih dahulu mengarahkan agar pembenahan difokuskan pada penataan koleksi dan display di dalam museum.

“Tim evaluator dari Kemenbud RI menyarankan untuk penataan display dulu. Kalau untuk perluasan museum masih belum ada,” ujar Candra.

Ia memastikan nilai anggaran untuk revitalisasi telah ditetapkan sebesar Rp2 miliar. Meski demikian, kapan pekerjaan dimulai dan bagaimana tahapan pelaksanaannya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

“Untuk anggarannya sudah fix Rp2 miliar. Tapi untuk proses pengerjaan revitalisasi masih menunggu informasi dari pusat,” jelasnya.

Museum Daerah Tulungagung menyimpan ribuan benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Data Disbudpar mencatat terdapat 1.044 objek koleksi yang tersimpan di museum.

Koleksi tersebut antara lain berupa patung, arca, replika tengkorak Homo Wajakensis, serta berbagai benda etnografi. Museum juga memiliki koleksi sekitar 800 koin kuno.

Candra berharap revitalisasi mampu membuat tampilan museum menjadi lebih menarik. Penataan koleksi yang lebih baik juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah Tulungagung.

Menurutnya, keberadaan museum memiliki peran penting sebagai sarana edukasi. Karena itu, pembenahan display diharapkan membuat pengunjung lebih mudah memahami nilai sejarah dari setiap koleksi yang dipamerkan.

“Dengan penataan display, dapat memberikan pengalaman edukasi secara optimal bagi pengunjung. Setelah itu, baru kami usulkan perluasan museum,” pungkasnya.

Reporter : An Nisa

Berita Terkait

Ngaji Kebangsaan Bersama Kapolri, Polres Kediri Perkuat Bekal Moral Personel
Polresta Sidoarjo Masuk Sekolah,Tanamkan Sadar Hukum pada Pelajar dan Cegah Radikalisme
Polres Nganjuk Siagakan Personel Pasca-Karhutla Gunung Wilis, Antisipasi Bara Api Kembali Muncul
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke -71, Polres Jember Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelayanan Prima
Kapolres Kediri Sambangi Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya
Elim Tyu Samba Terpilih Jadi Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030
Cegah Karhutla, Polres Probolinggo Intensifkan Patroli di Kawasan Wisata Gunung Bromo
Polisi Edukasi Warga Kost di Ngadirejo soal Modus Penipuan Online

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:29 WIB

Polresta Sidoarjo Masuk Sekolah,Tanamkan Sadar Hukum pada Pelajar dan Cegah Radikalisme

Rabu, 23 September 2026 - 07:32 WIB

Polres Nganjuk Siagakan Personel Pasca-Karhutla Gunung Wilis, Antisipasi Bara Api Kembali Muncul

Rabu, 23 September 2026 - 07:22 WIB

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke -71, Polres Jember Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelayanan Prima

Rabu, 23 September 2026 - 07:14 WIB

Kapolres Kediri Sambangi Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

Selasa, 22 September 2026 - 16:53 WIB

Elim Tyu Samba Terpilih Jadi Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Berita Terbaru