Foto : Musium Daerah Tulungagung/An Nisaa
TULUNGAGUNG | REDAKSI CNTV – Museum Daerah Tulungagung bakal mendapat program revitalisasi pada 2026. Kementerian Kebudayaan RI telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar yang bersumber dari APBN untuk penataan museum tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, M Ardian Candra, mengatakan rencana revitalisasi tersebut bermula dari usulan Pemkab Tulungagung yang disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan pada 2025.
Namun, revitalisasi kali ini belum mencakup penambahan atau perluasan bangunan. Pemerintah pusat lebih dahulu mengarahkan agar pembenahan difokuskan pada penataan koleksi dan display di dalam museum.
“Tim evaluator dari Kemenbud RI menyarankan untuk penataan display dulu. Kalau untuk perluasan museum masih belum ada,” ujar Candra.
Ia memastikan nilai anggaran untuk revitalisasi telah ditetapkan sebesar Rp2 miliar. Meski demikian, kapan pekerjaan dimulai dan bagaimana tahapan pelaksanaannya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.
“Untuk anggarannya sudah fix Rp2 miliar. Tapi untuk proses pengerjaan revitalisasi masih menunggu informasi dari pusat,” jelasnya.
Museum Daerah Tulungagung menyimpan ribuan benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Data Disbudpar mencatat terdapat 1.044 objek koleksi yang tersimpan di museum.
Koleksi tersebut antara lain berupa patung, arca, replika tengkorak Homo Wajakensis, serta berbagai benda etnografi. Museum juga memiliki koleksi sekitar 800 koin kuno.
Candra berharap revitalisasi mampu membuat tampilan museum menjadi lebih menarik. Penataan koleksi yang lebih baik juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah Tulungagung.
Menurutnya, keberadaan museum memiliki peran penting sebagai sarana edukasi. Karena itu, pembenahan display diharapkan membuat pengunjung lebih mudah memahami nilai sejarah dari setiap koleksi yang dipamerkan.
“Dengan penataan display, dapat memberikan pengalaman edukasi secara optimal bagi pengunjung. Setelah itu, baru kami usulkan perluasan museum,” pungkasnya.
Reporter : An Nisa