Foto : 204 Pelajar Jadi Korban Kecelakaan di Tulungagung, Polisi Beri Peringatan
TULUNGAGUNG | REDAKSI CNTV – Satlantas Polres Tulungagung menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. Dalam tiga bulan terakhir, tercatat 348 kecelakaan dengan 31 orang meninggal dunia dan 682 luka ringan. Kerugian material mencapai Rp 346 juta.
KBO Satlantas Polres Tulungagung IPTU Zainuddin, S.H., mengatakan kelompok usia 10-19 tahun menjadi korban maupun pelaku terbanyak, yakni 204 orang.
“Ini angka yang sangat memprihatinkan. Mayoritas korban adalah anak-anak kita yang masih sekolah,” kata Zainuddin, Selasa (01/09/2026).
Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 06.00-12.00 WIB, saat jam berangkat sekolah dan bekerja. Sementara 282 kejadian berlangsung di jalan desa. Titik blackspot dengan fatalitas tinggi berada di jalan nasional akses masuk Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru.
Polisi menyebut kecelakaan dipicu kelalaian dan pelanggaran, kondisi jalan, faktor alam, serta pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan infrastruktur.
Satlantas mengintensifkan edukasi melalui Police Goes to School, sosialisasi MPLS, dan pembinaan di sekolah. Polisi juga meminta orang tua tidak memberikan sepeda motor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM.
“Data 204 pelajar ini alarm keras bagi kita semua. Tanpa dukungan orang tua dan sekolah, angka ini tidak akan turun,” tegasnya.
Zainuddin mengingatkan pengendara tanpa SIM dapat dipidana sesuai Pasal 281 UU Nomor 22 Tahun 2009, dengan ancaman kurungan maksimal empat bulan atau denda maksimal Rp 1 juta.
“Mulai dari rumah, mulai dari sekolah, kita tertibkan bersama. Jangan sampai ada lagi orang tua yang menangis karena kehilangan anak di jalan,” pungkasnya.
Reporter : Andhika









